Wilayah Brebes yang selama ini identik dengan produksi bawang merah, kini membuat kejutan besar di bidang oftalmologi atau kesehatan mata. Melalui riset mandiri yang didukung oleh tenaga ahli lokal, Brebes Ciptakan Tetes Mata Pintar yang diklaim mampu mengurangi hingga memperbaiki kelainan penglihatan minus (miopia) secara permanen tanpa perlu melalui prosedur operasi laser. Inovasi ini menjadi angin segar bagi jutaan orang yang selama ini harus bergantung pada kacamata atau lensa kontak untuk dapat melihat dunia dengan jelas dan fokus.
Teknologi yang tertanam saat Brebes Ciptakan Tetes Mata Pintar ini menggunakan senyawa nanopolimer yang dapat meresap ke dalam jaringan kornea mata dan memberikan stimulasi untuk restrukturisasi kelengkungan lensa secara alami. Cairan ini bekerja dengan cara melunakkan lapisan jaringan tertentu secara sementara agar otot mata dapat menarik kembali lensa ke posisi fokus yang ideal. Proses ini dilakukan secara bertahap setiap malam saat pasien tidur, sehingga keesokan harinya ketajaman penglihatan akan meningkat secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa inovasi medis tingkat tinggi kini dapat lahir dari daerah yang mungkin sebelumnya tidak diperhitungkan dalam industri bioteknologi.
Dalam fase pengembangannya, keberhasilan Brebes Ciptakan Tetes Mata Pintar ini telah melalui pengujian yang sangat ketat untuk memastikan tidak adanya risiko iritasi atau kerusakan permanen pada saraf mata. Para peneliti memastikan bahwa pH dan tingkat osmolalitas cairan tersebut benar-benar identik dengan air mata manusia, sehingga sangat nyaman digunakan bahkan bagi pemilik mata sensitif sekalipun. Fokus utama riset adalah memberikan solusi praktis bagi anak-anak di usia sekolah yang mengalami peningkatan minus secara cepat akibat penggunaan gawai yang berlebihan. Ketelitian dalam komposisi kimiawi menjadi keunggulan utama produk ini di mata para ahli kesehatan mata internasional.
Dukungan pemerintah terhadap proyek di mana Brebes Ciptakan Tetes Mata Pintar ini diproduksi mulai terlihat dengan pembangunan fasilitas laboratorium khusus farmasi di pusat kota Brebes. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar global. Selain efektivitasnya yang tinggi, harga yang ditawarkan diprediksi akan jauh lebih murah dibandingkan biaya operasi LASIK yang mencapai puluhan juta rupiah. Hal ini menjadikan Brebes sebagai pionir dalam pemerataan akses kesehatan mata yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.