Kebanyakan Konsumsi Keju Bisa Jadi Pemicu Kolesterol

Keju, produk olahan susu yang lezat dan serbaguna, digemari oleh banyak orang. Namun, muncul kekhawatiran bahwa konsumsi keju yang berlebihan dapat menjadi pemicu kolesterol tinggi. Benarkah demikian? Mari kita telaah lebih lanjut mengenai kandungan nutrisi dalam keju dan dampaknya terhadap kadar kolesterol dalam darah.

Keju mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, kalsium, dan vitamin. Akan tetapi, sebagian besar jenis keju juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol dalam jumlah yang bervariasi tergantung pada jenis dan proses pembuatannya. Lemak jenuh inilah yang lebih sering dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Konsumsi lemak jenuh secara berlebihan dapat memicu peningkatan produksi kolesterol oleh hati.

Pada hari Selasa, 13 Mei 2025, pukul 11.30 WIB, di Klinik Kesehatan Keluarga Sejahtera, Depok, Jawa Barat, ahli gizi, Ibu Rina Lestari, S.Gz., memberikan konsultasi mengenai diet sehat dan pengelolaan kolesterol. Beliau menjelaskan bahwa meskipun keju mengandung kolesterol, kandungan lemak jenuhnyalah yang perlu lebih diwaspadai sebagai pemicu kolesterol tinggi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Ibu Rina mencontohkan beberapa jenis keju dengan kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi, seperti cheddar dan brie, dibandingkan dengan jenis keju yang lebih rendah lemak, seperti mozzarella rendah lemak atau feta. Beliau menekankan bahwa kunci utama adalah moderasi dalam konsumsi. Menikmati keju dalam porsi yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang umumnya tidak akan menjadi masalah bagi orang sehat.

Namun, bagi individu yang sudah memiliki kadar kolesterol tinggi atau riwayat penyakit jantung, asupan keju perlu lebih diperhatikan dan mungkin perlu dibatasi sesuai anjuran dokter atau ahli gizi. Selain itu, penting untuk memperhatikan asupan lemak jenuh dari sumber makanan lain, seperti daging berlemak, produk susu tinggi lemak, dan makanan olahan. Kombinasi asupan lemak jenuh dari berbagai sumber inilah yang secara keseluruhan dapat menjadi pemicu kolesterol tinggi. Oleh karena itu, bijak dalam mengonsumsi keju dan selalu perhatikan keseimbangan nutrisi dalam diet sehari-hari adalah langkah penting untuk menjaga kadar kolesterol tetap sehat. Informasi lebih lanjut mengenai diet rendah kolesterol dapat diperoleh dari profesional kesehatan.