Sebuah insiden kekerasan yang mengguncang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lukas Enembe, Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan. Seorang dokter bernama dr. Yordan Sumomba, dan pasien dianiaya, yang sedang ditangani, menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamberamo Tengah, pada hari Selasa, 5 November 2024.
Kejadian ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Tindakan kekerasan di fasilitas kesehatan ini dianggap sangat tidak terpuji dan merusak citra pelayanan kesehatan di Papua.
Menurut keterangan dari Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, kejadian bermula ketika pelaku, yang diidentifikasi sebagai YY (50), seorang Asisten III di Sekretariat Daerah Pemkab Mamberamo Tengah, datang ke RSUD Lukas Enembe. Tanpa alasan yang jelas, pelaku meluapkan amarahnya kepada tenaga medis di sana.
“Kejadian terjadi pada Selasa (05/11) sekitar pukul 13:35 WIT, oknum pejabat tersebut masuk ke ruangan apotek rumah sakit sembari berteriak ‘We kam kasih sa obat paracetamol ka, kalian tidak tahu kah saya ini siapa? Saya ini Asisten 3′,” ungkap Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo.
Tak hanya itu, pelaku kemudian masuk ke ruangan dr. Yordan, dan melakukan tindakan kekerasan. Pelaku sempat mengambil kursi dan berusaha melemparkannya ke korban, namun tidak mengenai sasaran. Kemudian, pelaku keluar ruangan, mengambil balok kayu, dan kembali menyerang korban yang sedang menangani pasien yang dianiaya.
“Selanjutnya, ia mengambil kayu balok ukuran 5×5 memukul wajah dan punggung korban,” lanjut Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo.
Akibat penganiayaan tersebut, dr. Yordan mengalami luka di pipi kanan, luka lecet di punggung, dan hidung mengeluarkan darah. Korban kemudian dievakuasi ke Makassar untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Selain melakukan penganiayaan, pelaku juga merusak fasilitas rumah sakit, termasuk pembatas ruangan dan kaca jendela. Pihak kepolisian telah mengamankan pelaku dan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
IDI cabang Jayawijaya, melalui ketuanya, Dr. Lorina, mengecam keras tindakan kekerasan ini dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. IDI juga menyoroti masalah keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan di Papua, yang seringkali menjadi korban kekerasan.
“Kasus kekerasan terhadap para dokter harus menjadi perhatian khususnya pemerintah karena dengan situasi saat ini banyak dokter mau mengabdikan diri di Papua namun masih kurangnya jaminan yang menjadi kendala,” kata Dr. Lorina.
Pengurus Besar IDI (PB IDI) juga mengecam keras tindakan ini dan meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Poin-poin penting:
- Oknum pejabat Pemkab Mamberamo Tengah menganiaya dokter dan pasien di RSUD Lukas Enembe.
- Kejadian terjadi pada Selasa, 5 November 2024, sekitar pukul 13:35 WIT.
- Pelaku melakukan kekerasan fisik dan merusak fasilitas rumah sakit.
- IDI mengecam keras tindakan ini dan meminta penegakan hukum yang tegas.
- Kasus ini menyoroti masalah keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan di Papua.