Perlindungan kesehatan masyarakat dari bahaya zat kimia berbahaya pada bahan makanan terus digalakkan oleh civitas akademika kampus kesehatan. Pihak perguruan tinggi menggelar aksi pengawasan pangan jajanan di lingkungan sekolah dasar dan pasar tradisional bekerja sama dengan dinas kesehatan. Kegiatan ini bertujuan menguji keberadaan zat pewarna tekstil, pengawet berbahaya, dan kontaminasi bakteri pada makanan yang sering dikonsumsi masyarakat harian. Melalui aksi nyata ini, mahasiswa kesehatan masyarakat dilatih melakukan pengambilan sampel, pengujian laboratorium cepat, serta pemberian edukasi higienitas.
Mahasiswa menggunakan kit uji cepat kimia untuk mendeteksi kandungan formaldehida, boraks, dan rhodamin B langsung di lokasi penjualan makanan. Apabila ditemukan sampel makanan yang positif mengandung bahan berbahaya, petugas memberikan pemahaman secara edukatif dan tidak menghakimi kepada para pedagang. pedagang diajarkan memilih bahan pewarna dan pengawet makanan yang aman serta diizinkan oleh standar kesehatan nasional. Edukasi juga diberikan kepada konsumen agar lebih jeli dan teliti dalam memilih makanan yang aman bagi keluarga.
Para pedagang dan pihak sekolah menyambut baik kegiatan pengawasan ini karena memperoleh pengetahuan berharga mengenai keselamatan bahan pangan. Hasil kegiatan pengawasan pangan ini terbukti berhasil meningkatkan tingkat kesadaran pedagang untuk tidak lagi menggunakan bahan kimia berbahaya pada produk mereka. Para orang tua murid merasa lebih tenang karena makanan jajanan di sekitar sekolah anak-anak mereka kini dipantau secara medis oleh pihak kampus. Sinergi ini menciptakan ekosistem jajanan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Pihak perguruan tinggi menyusun laporan peta kerawanan pangan daerah berdasarkan hasil temuan laboratorium lapangan untuk diserahkan kepada pemerintah kota. Laporan ini menjadi rujukan berharga bagi pengambilan kebijakan perlindungan konsumen dan pengawasan pasar secara lebih luas di daerah. Kampus juga memfasilitasi pendaftaran sertifikasi laik higienis sanitasi bagi para pelaku usaha kecil makanan yang telah memenuhi standar kesehatan. Langkah pendampingan ini mendorong kebangkitan usaha kuliner yang sehat.
Melalui aksi pengawasan berkelanjutan ini, kampus berharap dapat mencetak sarjana kesehatan masyarakat yang kritis, tanggap, dan berdedikasi bagi perlindungan publik. Keberhasilan program pengawasan pangan terbukti menjadi sarana pencegahan dini wabah keracunan makanan dan penyakit degeneratif di masyarakat. Perguruan tinggi siap terus menjadikan pengawasan kualitas gizi dan pangan sebagai pilar utama pengabdian masyarakat. Komitmen ini mempertegas peran kampus dalam menjaga taraf hidup warga.