Penyebab skabies yang paling utama adalah infestasi tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Tungau mikroskopis ini sangat kecil, hanya sekitar 0,3 hingga 0,45 milimeter, sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Tungau betina menggali terowongan di lapisan kulit terluar manusia untuk hidup, makan, dan bertelur. Aktivitas inilah yang memicu reaksi alergi dan gatal luar biasa yang menjadi ciri khas penyakit skabies.
Penyebab skabies yang paling umum dan efisien adalah melalui kontak kulit-ke-kulit yang erat dan berkepanjangan dengan seseorang yang sudah terinfeksi. Kontak singkat seperti jabat tangan atau pelukan biasa tidak cukup untuk menularkan tungau. Penularan biasanya memerlukan kontak langsung yang berlangsung setidaknya 10 menit, seperti yang terjadi dalam aktivitas seksual atau tinggal serumah.
Lingkungan yang padat dan fasilitas umum yang ramai sering menjadi tempat penularan utama. Contohnya adalah asrama, panti jompo, penjara, atau fasilitas penitipan anak. Di tempat-tempat ini, kontak kulit-ke-kulit yang intens dan lama antar individu sangat sering terjadi, mempercepat penyebab skabies menyebar luas dalam populasi.
Meskipun lebih jarang, penyebab skabies juga bisa terjadi melalui berbagi barang pribadi yang terkontaminasi, seperti pakaian, handuk, atau sprei yang baru saja digunakan oleh penderita skabies. Tungau dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama sekitar 2 hingga 3 hari di suhu ruangan. Namun, mode penularan ini tidak seefisien kontak langsung.
Penting untuk diingat bahwa skabies bisa menular bahkan sebelum penderita menunjukkan gejala. Ada periode inkubasi sekitar 2 hingga 6 minggu setelah infeksi awal, di mana seseorang mungkin sudah membawa tungau dan menularkannya tanpa disadari. Ini membuat kontrol penyebaran menjadi lebih menantang.
Mitos bahwa penyebab skabies berkaitan dengan kebersihan diri yang buruk adalah keliru. Skabies bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang tingkat kebersihan. Meskipun begitu, kondisi sanitasi yang kurang baik dan lingkungan yang padat memang dapat meningkatkan risiko penularan karena memfasilitasi kontak yang lebih sering.
Bagi penderita skabies, pengobatan harus dilakukan dengan segera dan menyeluruh. Semua anggota keluarga dan orang-orang yang tinggal serumah dengan penderita juga perlu diobati, bahkan jika belum menunjukkan gejala. Hal ini penting untuk memutus rantai penularan dan mencegah reinfeksi. Menjaga kebersihan lingkungan dan barang pribadi juga krusial.