Uji kandungan pengawet boraks menjadi salah satu bentuk penelitian sanitasi makanan yang sangat penting dilakukan di laboratorium perguruan tinggi guna melindungi masyarakat dari bahaya zat kimia beracun pada makanan harian. Boraks merupakan senyawa kimia non-pangan yang kerap disalahgunakan oleh oknum pedagang nakal untuk mengenyalkan dan memperpanjang masa simpan makanan seperti bakso, mi basah, dan kerupuk. Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan hati, hingga meningkatkan risiko penyakit kanker mematikan pada manusia.
Dalam kegiatan pengujian uji kandungan boraks pada sampel jajanan pasar ini, para mahasiswa farmasi dan ilmu gizi mengumpulkan berbagai jenis makanan populer dari pasar tradisional di sekitar kampus. Sampel makanan kemudian diekstraksi dan dianalisis menggunakan metode uji kualitatif sederhana seperti tes kertas kunyit (kurkumin) serta uji konfirmasi kuantitatif menggunakan spektrofotometri di laboratorium. Perubahan warna menjadi merah kecokelatan pada kertas uji menunjukkan adanya keberadaan kandungan boraks yang berbahaya di dalam sampel makanan yang diperiksa tersebut.
Pelaksanaan riset uji kandungan bahan kimia berbahaya ini melatih ketelitian, kejujuran ilmiah, serta keterampilan analisis laboratorium para mahasiswa dalam membuktikan keamanan pangan lokal secara akademis. Hasil pengujian laboratorium disusun dalam bentuk laporan pemetaan keamanan pangan daerah untuk kemudian dilaporkan kepada dinas kesehatan dan pengelola pasar setempat sebagai bahan tindak lanjut pengawasan. Pengalaman riset praktis ini memberikan kesadaran nyata bagi mahasiswa mengenai besarnya tanggung jawab ilmuwan kesehatan dalam menjaga keselamatan konsumsi publik harian.
Selain melakukan pengujian laboratorium, para mahasiswa juga menggelar kegiatan sosialisasi edukasi bagi para pedagang makanan dan masyarakat pembeli mengenai cara membedakan ciri fisik makanan berboraks. Makanan yang mengandung boraks biasanya memiliki tekstur yang terlalu kenyal, tidak mudah hancur, serta tahan disimpan beberapa hari di udara terbuka tanpa membusuk. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih jajanan sehat bagi keluarga mereka sehari-hari.
Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengawasan dan pengujian keamanan pangan berbasis laboratorium kampus memiliki peran vital dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang sehat dan aman di masyarakat. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk mengikis habis penggunaan bahan kimia berbahaya pada produk makanan olahan harian. Diharapkan kegiatan pengujian produk pangan ini terus dilaksanakan secara berkala demi melindungi kesehatan generasi penerus bangsa dari bahaya racun makanan.